UPDATE PENEMBAKAN LETKOL CPM DONO, Kronologi, Dipicu Serempetan hingga Pengaruh Alkohol

0
330

Satuan Polisi Militer juga menyelidiki penyebab JR keluar dari kesatuannya.

“Pistolnya sudah diketahui dengan pistol dinas, kenapa dibawa keluar, terus keluar menggunakan pakaian preman. Nah itu ketika ini biarkan tim penyelidik dari Pom AU (Polisi Militer Angkatan Udara),” ujar Kristomei.

Ia menambahkan, JR belum bisa diperiksa lebih lanjut karena masih dalam kondisi mabuk.

Pemeriksaan bakal kembali dilakukan ketika kondisi JR sudah pulih.

Di samping itu, penyidik juga masih menunggu hasil tes untuk mengetahui apakah JR juga mengonsumsi narkoba ketika kejadian.

Yuris memastikan bahwa korban penembakan Letkol Cpm Dono Kuspriyanto dan pelaku Serda JR tidak saling kenal.

Hal ini diketahui ketika Polisi Militer AU memeriksa pelaku beserta ponselnya.

“Sudah membuka HP pelaku tidak ada percakapan di messenger yg berhubungan dengan korban. Jadi tidak saling kenal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ketika olah TKP, kejadian ini murni penembakan spontan karena motor pelaku dan mobil korban yg saling menyerempet.

“Tidak satu pun ketika olah TKP menunjukkan ini adalah direncanakan,” ucap Yuris.

Yuris pun meminta bahwa kejadian ini tidak disangkut pautkan dengan isu lainnya.

“Dan tolong jangan disangkut pautkan isu lainnya. Karena ini murni kriminal yg dilakukan oleh perorangan kebetulan pelakunya TNI AU,” kata dia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi mengetahui peristiwa penembakan lewat laporan adanya pengendara yg terluka di dalam mobil yg masih hidup di Jalan Jatinegara Barat Raya, Selasa (25/12/2018) malam.

“Kepolisian menerima laporan informasi adanya kejadian atau penemuan sebuah mobil yg masih berbunyi atau masih hidup mesinnya tapi pengendaranya terluka,” kata Argo dalam konferensi pers di Media Center Kodam Jaya, Rabu (26/12/2018).

Argo menuturkan, polisi yg berasal dari Polres Metro Jakarta Timur dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi kejadian dan menemukan adanya mobil berplat TNI yg dikendarai oleh Dono.

“Memang betul di sana kita mendapatkan sebuah mobil milik TNI yg mesinnya masih hidup kemudian ada driver-nya, pengemudinya tergeletak,” kata Argo.

Petugas pun langsung mengevakuasi Dono ke RS Polri Kramat Jati menggunakan ambulans sebuah rumah sakit.

Namun, Dono sudah meninggal dunia.

Artikel ini dikompilasi dari beberapa artikel di Kompas.com