UPDATE PENEMBAKAN LETKOL CPM DONO, Kronologi, Dipicu Serempetan hingga Pengaruh Alkohol

0
330

“Persyaratan TNI AU memegang senjata adalah psikologi dan pelaku sudah menjalani diMei 2018 hingga berhak,” ucapnya.

Ada pun pelaku Serda JR ketika itu berada di bawah pengaruh alkohol.

“Jadi kemungkinan pelaku memang di bawah pengaruh alkohol dan kejadian di jalan memicu emosi sehingga terjadi (penembakan),” kata Yuris.

Yuris menjelaskan, kasus tersebut bakal ditangani secara militer. Sebab, tersangka dan korban sama-sama berstatus sebagai anggota militer.

Saat dibekuk oleh pihak kepolisian, Jhoni menggunakan kaos putih yg dilengkapi dengan rompi berwarna hitam.

Jhoni Risdianto (39), pelaku penembakan Perwira TNI AD Letkol CPM Dono Kuspiyanto
Jhoni Risdianto (39), pelaku penembakan Perwira TNI AD Letkol CPM Dono Kuspiyanto (rilis Tribun)
asdsd
Jhoni Risdianto (39), pelaku penembakan Perwira TNI AD Letkol CPM Dono Kuspiyanto (rilis Tribun)

Yuris menuturkan, kasus tersebut ditangani Satuan Polisi Militer Pangakalan Udara Halim Perdanakusuma.

Penyidik bakal melimpahkan berkas pemeriksaan atau penyidikan kepada auditur militer. Kemudian auditur militer bakal melimpahkan ke pengadilan militer untuk diadili.

Kristomei menyatakan, JR juga berpotensi melanggar aturan karena keluar dari kesatuan tanpa izin.

“Kalau dari segi hukum, keluar dari kesatuan tanpa izin itu sudah melanggar hukuman disiplin, di bawah pengaruh minuman keras sudah jelas (melanggar),” kata Kristomei.

Kristomei menuturkan, Satuan Polisi Militer bakal menelusuri penyebab dan lokasi JR meminum minuman keras.