Setelah Marahi Menkes dan Direksi BPJS, Jokowi Ditantang Ketua IDI, Ini Solusi Defisit BPJS

0
173

viralbanget – Presiden Joko Widodo sempat memarahi jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan akibat defisit yg dialami badan ini.

Kekesalan ini dilontarkan Jokowi ketika membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di JCC, Senayan, Rabu (17/10/2018).

“Harus kita putus tambah Rp 4,9 triliun. Ini masih kurang lagi. Pak masih kurang. Kebutuhan bukan Rp 4,9 triliun. Lah kok enak banget ini, kalau kurang minta, kalau kurang minta,” kata Jokowi.

Jokowi meminta Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk segera memperbaiki sistem manajemen yg ada.

Jokowi mengakui, menyelenggarakan jaminan kesehatan di negara yg besar seperti Indonesia tidaklah mudah.

Namun, jika sistem dibangun secara benar, Jokowi meyakini BPJS bisa terhindar dari defisit keuangan.

“Saya sering marahi Pak Dirut BPJS, tapi dalam hati, saya enggak bisa keluarkan. Ini manajemen negara sebesar kita enggak mudah. Artinya, Dirut BPJS ngurus berapa ribu rumah sakit. Tapi sekali lagi, kalau membangun sistemnya benar, ini gampang,” kata Jokowi.

Baca: Ngaku Polisi dan Rampok Supir Taksi Online, Kedua Kaki Budi Ditembus Timah Panas

Baca: Sule Berangkatkan Keluarga Mantan Istri Umroh, Ini Satu Sosok yg Menolak Ikut

Baca: Temuan Polisi di Balik Tewasnya Satu Keluarga di Rumah, Frans Siapkan secara Matang

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga turut menegur Menteri Kesehatan Nila F Moeloek karena Presiden harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan defisit yg melanda BPJS Kesehatan.

Padahal, menurut dia, masalah defisit ini harusnya bisa selesai di tingkat kementerian.

Ia meminta hal ini tidak terulang ditahun depan.