#SaveKapoldaSumut Ramai di Medsos Pasca-pernyataan Muhammad Syafii yang Usulkan Pencopotan Kapolda

0
90

viralbanget - Postingan #SaveKapoldaSumut beredar di grup WhatsApp hingga media sosial facebook dan instagram.

Nama Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memang sedang ramai diperbincangkan karena pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Muhammad Syafii yg menyebut bakal mengusulkan pencopotan Agus Andrianto sebagai Kapolda Sumut.

Menanggapi hal tersebut, Tribun Medan mengonfirmasi hal ini ke Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (6/3/2019).

Melalui pesan WhatsApp, Tatan mengatakan, tidak tahu kenapa masyarakat sampai seperti itu.

"Ya saya kurang tau masyarakat sampai seperti itu, atas nama Polda Sumut dan pimpinan Polda Sumatera Utara. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yg diberikan masyakarat kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara," ujar Kombes Tatan.

Baca: Video dan Foto Perkelahian TNI VS Polisi di Nias hingga Didamaikan oleh Atasan Masing-masing Satuan

Baca: Andi Arief Ancam Mahfud MD Via Twitter: Anda Jangan Berspekulasi dan Sok Tahu!

Baca: Racun Mematikan Laba-laba Disulap jadi Obat Kuat bagi Pria dan Wanita, Lebih Hebat dari Viagra

Video kapolda dan Ucapan Romo Syafii;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Diancam Romo Syafii bakal Dicopot, Kapolda Sumut Santai: Qodrat dan Iradat Manusia Ditentukan Allah

Kapolda Sumut Berulangtahun yg ke 52, Ini Harapan Irjen Agus Andrianto

Ada ratusan postingan dengan #SaveKapoldaSumut.

Tidak hanya warga perseorangan, bahkan kelompok masyarakat, organisasi juga turut serta melakukan bentuk dukungan tersebut.

"Masyarakat dari berbagai komunitas sangat merasakan kedekatan dengan bapak Kapolda Sumatera Utara. Memang kedekatan itu kental dan terasa, karena Pak Kapolda sering berkumpul dengan masyarakat, khususnya masyarakat bawah. Baik itu bilal mayit, penggali kubur, nazir mesjid, pemulung, petugas kebersihan, pebetor, nelayan, supir-supir angkot, termasuk bersilaturahmi dengan guru ngaji kampung, serta tokoh-tokoh agama, masyarakat dan sebagainya," sambung Tatan.