Putri Gus Mus Tanggapi Puisi Felix Siauw, Sebut Karya Abah Bukan Sekali Ini Saja Dibajak

0
158

Sebab, kata dia, pelaku pembakar bendera sudah mengakui kesalahannya.

Begitu juga dengan penegak hukum yg sudah bergerak menindak lanjuti kasus pembakaran bendera itu.

“Yang melakukan sudah minta maaf, jadi sudah tidak usah bicara itu lagi, pikirkan yg lebih penting,” ucap Gus Mus dalam Acara Mata Najwa.

Gus Mus menjelaskan bahwa umat islam menjadi mayoritas di Indonesia.

Baca: Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Bogor, Kalbar Waspada! Ini Daerah yg Sudah Diterjang

Baca: Jadwal Final Piala AFF 2018 Malaysia Vs Vietnam, Prediksi dan Head to Head

Untuk itu, umat islam diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan demi menjadikan Indonesia sebagai tempat yg khusyu untuk beribadah hingga silaturahmi.

“Kita perlu mempelopori sebagai mayoritas, caranya, kita kembali kepada ajaran tauhid,” kata Gus Mus.

Di sisi lain, Gus Mus pun mengatakan bahwa jangan samapai kebencian membuat untuk tidak berbuat adil.

“Jangan sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum mendorongmu untuk tidak berbuat adil, adil lah, untuk jadikan bangsa ini tempat yg nyaman untuk beribadah dan bersilaturahmi.

Sementara itu dalam Acara Mata Najwa turut hadir sejumlah narasumber lainnya.

Di antaranya adalah Ketua Umum PPP M Romahurmuziy, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak, dan Kepala Satuan Koordinasi Nasional Banser, Alfa Isnaeni.

Kemudian hadir pula Dosen UIN Ssunan Ampel Surabaya, Ainur Rofiq Al-amin dan lain sebagainya.

Artikel ini sudah tayang di Tribunjakarta dengan judul Tanggapi Puisi Felix Siauw, Putri Gus Mus: Karya Abah Bukan Sekali Ini Saja Dibajak