IPB Jadi Perguruan Tinggi Pertama  Implementasikan Manajemen Risiko

0
51

viralbangetBOGOR.COM – Jajaran Pimpinan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengikuti Pelatihan Manajemen Risiko dan Ujian Sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) pada  Rabu-Kamis, 24-25 Oktober 2018 di Hotel Grand Savero, Bogor. 

Prof. Dr. D.S. Priyarsono, Ketua Panitia menyampaikan IPB merupakan perguruan tinggi pertama yg mengikuti Pelatihan Manajemen Risiko dan Ujian Sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP).

“Sertifikasi manajemen risiko bagi pimpinan ini masih relatif baru, bahkan untuk sektor publik atau untuk pemerintahan sangat baru. IPB perguruan tinggi pertama yang  menerapkan manajemen risiko. Harapannya kita menjadi world class university sehingga manajemennya juga harus world class,” ungkap Prof. Priyarsono.

Pelatihan Manajemen Risiko dan Ujian Sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP) ini terdiri dari tiga batch. Batch pertama adalah jajaran rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan dan kepala lembaga.  

“Dalam dunia manajemen, metode pendekatannya itu disebut manajemen risiko. Manajemen risiko itu menjadi instrumen pertama dalam pengelolaan IPB. Hal itu harus dimulai dari yg paling puncak yaitu para pimpinan. Contoh langsungnya bagaimana mengelola manajemen risiko dapat diketahui langsung melalui pelatihan dan sertifikasinya. Ujian manajemen risiko nantinya bakal diikuti oleh semua pejabat unit secara bertahap. Hingga tahun depan ditargetkan semua pejabat IPB mengikuti pelatihan ini,” jelas Prof. Priyarsono.

Manajemen risiko ini sudah terbukti sukses diimplementasikan di perusahaan-perusahaan besar. Penerapannya sudah terbukti efektif, untuk lebih memastikan ketercapaian tujuan.

Oleh karena itu, Rektor IPB kata Prof.Priyarsono sangat yakin dengan penerapan menajemen risiko ini. “Saya diminta Rektor IPB untuk mengawal ini, kita membentuk tim sekitar sepuluh orang,” tambahnya.

Namun implementasi manajemen risiko itu bukan tidak ada tantangan. Tantangannya menurut Prof. Priyarsono, beberapa pihak ada yg menganggapnya beban baru, bagi yg merasa load pekerjaan sangat banyak.

“Jadi harus dapat meyakinkan kepada yg belum paham bahwa ini merupakan perangkat yg baik. Selain itu tantangan lainnya adalah terkait persoalan budaya, sumberdaya manusia dan cara berpikirnya.”

Manajemen risiko biasanya dipakai oleh semua perusahan keuangan di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti perusahaan pasar modal, asuransi dan jual beli saham.