Fakta-fakta soal Habib Rizieq: BIN Bantah Tuduhan Fadli Zon dan Slamet Maarif

0
265

Selain itu, Wawan Purwanto pun mengatakan bahwa asumsi soal adanya operasi intel tersebut hanyalah kumpulan dari prakiraan.

Sedangkan bukti dan bahan penguat lainnya belum juga diketahui.

"Dia menyebut ada cctv yg hilang, tanpa mengatakan di mana letak cctv kan tidak. Ini kan prakiraan. Musti ada saksi. Ini digabung-gabungkan seolah-olah pembenaran," kata Wawan Purwanto.

Mendengar bantahan dari pihak BIN, anggota FPI, Slamet Maarif pun langsung membalasnya.

Ia berujar bahwa dugaan adanya operasi intelijen di balik kasus bendera Habib Rizieq tersebut masih dianalisa.

Ia pun meminta kepada BIN untuk mengungkap kasus fitnah yg dialamatkan diHabib Rizieq. Mengingat tugas BIN sendiri yg tadi disebutkan bahwa bakal melindungi Habib Rizieq selagi wargan negara Indonesia.

"Iya kan tadi kita menganalisa. Dengan indikasi yg ada bahwa ada sebuah operasi. Kalau memang BIN ingin melindungi Habib Rizieq sekarang waktunya BIN ungkap siapa yg melepas cctv, siapa yg pasang bendera tauhid, siapa yg ambil gambar dari jauh, siapa yg bikin berita ?" pinta Slamet Maarif.

Mendengar permintaan tersebut, pihak BIN pun langsung menjawabnya.

Menurut Juru Bicara BIN, Wawan Purwanto, kasus bendera yg menimpa Habib Rizieq bakal ditangani oleh pihak Arab Saudi.

Sebab hal tersebut kewenangan dari pemerintahan kerajaan Arab Saudi.

"Jadi kalau operasi intelijen di luar negeri, sampai ketahuan di negara yg bersangkutan, itu bisa dideportasi dia. Itu pelanggaran. Jadi tidak boleh ada seperti itu. Pengungkapan itu adalah kewenangan dari pemerintah Arab Saudi," imbuh pihak BIN.

Tuduhan Fadli Zon

Pun demikian Fadli Zon yg mengaku mendapat pengaduan dari keluarga Habib Rizieq Shihab.

Fadli Zon menulis pendapatnya soal Habib Rizieq Shihab ditangkap karena bendera melalui akun Twitternya yg terverifikasi.

Fadli Zon menganggap bahwa penangkapan terhadap Habib Rizieq Shihab merupakan kerjaan dari intel.

"Sy yakin apa yg terjadi pd Imam Besar Habib Rizieq adalah fitnah keji.

Bisa sj org masang bendera di luar tembok rumahnya, krn lokasinya umum.

Ini kerjaan dasar “intel”.

Sy dpt pengaduan dr keluarga Habib pd Senin sore." tulis Fadli Zon.

Fadli Zon (Twitter Fadli Zon)

Beda dengan Fadli Zon, Fahri Hamzah menanggapi soal cara penanganan penangkapan Habib Rizieq Shihab oleh Pemerintah Indonesia.

Fahri Hamzah khawatir, akibat penanganan yg tidak benar bakal merusak hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi.

"Saya hanya mengkhawatirkan cara penanganan HRS oleh pemerintah ketika ini bakal merusak hubungan diplomatik yg sudah kita bangun lama dengan Saudi...

soal ini gampang dan hanya mensyaratkan 2 hal saja; jujur dan jangan rekayasa...

HRS bukan orang sulit diajak ngomong.."tulis Fahri Hamzah di akun Twitternya yg terverifikasi.

Cuitan Fadli Zon dan Fahri Hamzah ditanggapi oleh Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya menulis bahwa ada pihak yg merasa dizolimi atas penangkapan Habib Rizieq Shihab.

"Ada yg lg bikin drama terdzolimi lagi nih...."

Yunarto Wijaya juga menulis bahwa yg menangkap Habib Rizieq Shihab Pemerintahan Arab Saudi, tetapi Pemerintah Indonesia ikut terkena imbasnya.

"Yang nahan pemerintahan arab saudi, yg disalahin tetep pemerintahan indonesia...

Nah tapi yg kaya gini gak masuk kategori dun*u nih menurut maha benar @rockygerung ..." tulis Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya (Twitter Yunarto Wijaya)

Diketahui bersama Habib Rizieq Shihab ditangkap di5 November 2018

Habib Rizieq Shihab dijemput oleh Kepolisian Makkah dan Mabahis ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke kantor polisi.

Kedatangan Kepolisian Arab Saudi ke rumah Habib Rizieq Shihab setelah mengetahui adanya pemasangan bendera hitam.

Menurut Dubes RI, Agus Maftuh, bendera hitam tersebut diduga mengarah diciri-ciri gerakan ekstrimis

Bendera hitam itu ada didinding bagian belakang rumah Habib Rizieq Shihab.

Soal ini Pengacara Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro belum mendapat keterangan jelas dari kliennya.

Sugito juga mengira bahwa ada orang lain yg memasang bendera itu kemudian difoto.

"Belum tahu juga itu memang benar ada (bendera) atau ada orang lain yg memasang terus difoto, belum clear semua lah," kata Sugito ketika dihubungi viralbangetBogor.com, Rabu (7/11/2018).

(viralbangetBogor.com/khairunnisa)

Berikut video lengkapnya :