Erwin Siahaan, Pengemudi Ojol yang Sukses jadi Anggota DPRD Medan, Begini Kisah Inspiratifnya

0
37

“Saya hanya bakal narik sepulang tugas, mendengarkan aspirasi dari para warga,” katanya.

Uniknya, pria yg mencalonkan dari Partai Solodaritas Indonesia (PSI) ini, ingin merayakan kemenangannya dengan memberikan tumpangan cuma-cuma alias gratis selama seminggu penuh.

Melihat Liku-liku Driver Online Jadi Calon Legislatif 2019

 Momentum pemilihan calon Anggota Legislatif di tahun 2019 mendatang membuat sejumlah kalangan saling berkompetisi merebut suara rakyat. Akademisi, agamawan, pengusaha hingga pengemudi transportasi online ikut meramaikan bursa pemilihan wakil rakyat tersebut.

Erwin Siahaan misalnya, seorang pengemudi ojek online (ojol) warga Jalan Pintu Air IV Kota Medan. Ia memberanikan diri terjun ke pentas pileg dengan keyakinan dan modal seadanya. Menurutnya pribadi sang ayah sangat berperan besar dalam memantapkan hatinya untuk berpolitik.

“Saya ikut terjun ke politik terinspirasi dari ayah saya yg merupakan pengurus partai, saya juga sering berdiskusi politik dengan beliau,” katanya, Senin (27/8/2018).

Erwin mengatakan, profesinya sebagai pengemudi ojol sedikit banyak mempengaruhi pandangan masyarakat terkait kiprahnya menjadi caleg.

“Banyak yg under-estimate, menanyakan kembali komitmen saya nyaleg. Ada yg menanyakan punya modal berapa, padahal modal saya hanya keyakinan,” katanya.

Bahkan para rekannya sesama pengemudi ojol sempat mempertanyakan langkahnya menjadi caleg, ia awalnya menilai sahabat-sahabatnya itu tersebut menyepelekan dirinya.

“Mereka pertama sepele, buat apa jadi caleg. Tapi setelah saya yakinkan apalagi setelah keluar Daftar Calon Sementara (DCS) mereka mendukung bahkan menaruh harapan kepada saya agar dapat merubah nasib kami sesama pengemudi ojol,” katanya.

Baginya, walau hanya sekadar seorang pengemudi ojol, tetapi profesi tersebut tidak menutup hak politik seorang warga negara.

“Saya memiliki hak memilih dan dipilih sebagai warga negara Indonesia. Satu hal yg diingat profesi saya ini sudah saya lakukan selama setahun dan pastinya saya tahu apa aspirasi kawan kawan ojol lainnya ,” ungkapnya.

Rutinitas sebagai pengemudi ojol, kata Erwin tidaklah membatasinya bersosialisasi dengan masyarakat.

“Malah saya berencana membagikan kartu nama dengan para penumpang saya bila sudah masa kampanye nanti,” katanya.

Pemilik akun instagram @erwinsiahaanpsi ini menerangkan setiap hari ia bertolak dari rumah pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB dan mendapatkan paling tidak 25 penumpang per harinya.

“Terkadang di perjalanan saya berdiskusi dengan penumpang saya, membahas isu terkini kota Medan,” ungkapnya.

Menurut Erwin langkah taktisnya menjadi caleg semakin mantap melihat keadaan wilayahnya yg menurutnya tidak mengalami perubahan.

“Saya ingin mengabdi melalui peran saya sebagai wakil rakyat nanti dapat menyuarakan apa yg terjadi selama ini. Saya tidak takut melawan para pemain lama yg sudah terjun ke politik duluan,” katanya.

Bagi pria yg mencalonkan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari dapil 5 Kota Medan ini, kehadiran PSI merupakan fenomena politik yg jarang terjadi.

“PSI memberikan kesempatan bagi kami anak muda untuk membuktikan diri dan menga di untuk negeri,” katanya.

Terkait dana kampanye, Erwin mengaku tidak menyiapkan pundi-pundi terlalu banyak. Ia berencana mengandalkan tabungan pribadi, kontribusi teman dan rekan-rekannya.

Hal senada juga disampaikan pengemudi online lainnya yg juga menjadi caleg, Lincoln Bellvicro Napitupulu. Menurut warga Jalan Sembada no. 13 ini, ia menjadi caleg karena panggilan nurani.

“Saya melihat banyak kejadian yg tidak beres di Sumatera Utara ini. Kaum muda perlu turun tangan,oleh karenanya saya memantapkan diri menjadi caleg,” katanya.

Lincoln mengaku banyak komentar sinis yg datang kepadanya tatkala dirinya memutuskan terjun menjadi seorang caleg.

“Ada yg menanyakan saya sudah punya uang berapa, tetapi saya katakan bahwa saya tidak bakal melakukan money politics. Saya bakal melakukan kontrak politik kepada masyarakat tanpa embel-embel apapun,”ucapnya.

Menurut Lincoln kesehariannya menjadi pengemudi transportasi online tidak bakal terpengaruh dengan langkahnya menjadi seorang caleg.

“Saya professional, ketika saya bekerja saya tidak bakal kampanye. Saya bakal menyisihkan satu atau dua hari dari hari kerja saya untuk dapat bersosialisasi di masyarakat,” ungkapnya.

Lincoln mengaku mendapatkan orderan hingga tujuh pesanan di daerah seantero Medan dan Deli Serdang per harinya. tetapi ketika mengantar sang penumpang, ia menolak mensosialisasikan dirinya sebagai seorang caleg.

“Saya sudah hampir setahun menjadi pengemudi transportasi online ini, dan saya tidak mau mencampur adukkan profesi saya dengan kegiatan politik saya,” katanya.

Pria yg terjun di Dapil Sumut 3 DPRD Provinsi Sumatera Utara ini yakin, masyarakat sudah bijak memilih caleg yang memiliki integritas dan kapabilitas.

“Partai Solidaritas Indonesia (PSI) partai yg mengusung saya menetapkan tidak ada mahar serupiah pun. Saya yakin PSI menawarkan orang-orang terbaik untuk bangsa,” katanya.

Lincoln mengatakan pengalamannya bergabung di LSM Fajar Keadilan 
Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera membuat dirinya sangat hafal realitas yg terjadi di masyarakat.

“Saya aktif mengawal masyarakat melalui Yayasan Peduli Pemukung Sejahtera terkait masyarakat kelas bawah yg mengalami keterbatasan biaya dalam perawatan kesehatan, mengurus administrasi kependudukan dan lainnya,” imbuhnya. Terkait strategi kampanye, Lincoln menjelaskan ia bakal sering terjun ke bawah menjumpai masyarakat, serta aktif menggunakan media sosial.

Pemilik akun twitter @LBellvicro ini berharap dengan langkahnya menjadi caleg membuat segenap pihak khususnya anak muda dan masyarakat kelas bawah untuk tidaak apatis dalam berpolitik.

“Keputusan politiklah yg menentukan masa depan kita,” pungkasnya.

(gov/viralbanget)