Barbie Kumalasari dan Nikita Mirzani Suntik Stem Cell Agar Kulit Kencang, Asli Dari Plasenta Bayi?

0
125

Praktik ilegal

Aturan mengenai stem cell sudah diatur jelas dalam Permenkes yg dimaksud di atas.

Dalam permenkes tersebut, tidak disebutkan sebuah klinik kecantikan melakukan upaya mendapatkan, mengelola atau melayani pasien dengan metode stem cell.

Penggunannya pun dalam aturam itu, hanya digunakan untuk sejumlah penyakit maupun untuk kepentingan riset.

Dengan kata lain, dr Chandra sepakat jika praktik penggunaan stem cell di klinik kecantikan bisa dikatakan ilegal.

“Ya kalau tindakan di luar aturan dan dilihat dari tinjauan hukum, itu bisa dikatakan ilegal,”ungkapnya.

Ia menyebut, kurangnya penindakan atau belum adanya larangan tegas penggunaan stem cell membuat klinik-klinik kecantikan tidak segan mempromosikan metode itu.

Terlebih, biaya untuk menjalani terapi itu diakuinya memang besar, mencapai ratusan juta.

“Kalau yg saya ngerti itu bukan buat kecantikan. Karena stem cell itu masih dalam riset pengembangan, baik di dalam maupun luar negeri. Klinik itu saya kira dijualan. Lalu yg lain diikut. Salah satu sebabnya banyak suplyer bodong . Mereka jualan di Indonesia karena ada pangsanya. Kalau di singapura sudah ditangkap, dipenjara,” jelasnya.

Pengembangan

Menteri Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di17 Desember lalu meresmikan Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional yg diharapkan dapat meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Sebelumnya, fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) sudah melakukan penelitian terkait sel punca sejak 2008 hingga ketika ini.

Unit Pelayanan Terpadu Teknologi Kedokteran (UPTTK) Sel Punca RSCM-FKUI sudah melakukan penelitian berbasis pelayanan terapi dikasus patah tulang gagal sambung, defek tulang panjang dan lain sebagainya.

Setelah peresmian Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional tersebut, FKUI-RSCM juga ingin melakukan pengembangan lebih lanjut dalam penelitian sel punca untuk gagal ginjal akut, nerve regeneration, demensia, alzheimer dan penyakit lain yg tidak lagi merespons pengobatan konvensional

“Saya merasa bangga atas pencapaian yg dilakukan rekan-rekan di FKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) dan tentunya tidak hanya membanggakan UI tetapi juga membanggakan sektor kesehatan Republik Indonesia,” kata Bambang Brodjonegoro.

Ia menyebut, perkembangan dan kemajuan terkait sel punca sudah menjadi terobosan dan inovasi bagi Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara yg sudah melakukan pelayanan terapi sel punca bagi pasien umum di sejumlah rumah sakit.

Ke depan, melalui peresmian Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional, pemerintah ingin pelayanan terapi sel punca bagi pasien umum tidak hanya diperuntukkan bagi pasien dalam negeri, tetapi juga pasien dari mancanegara.

Bambang juga berharap peresmian Pusat Produksi Sel Punca tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas riset stem cell yg diakhirnya berdampak dipeningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Tentunya yg saya harapkan adalah semakin hari kualitas stem cell kita semakin bagus risetnya dan juga nanti kepada pelayanan kepada masyarakat,” katanya.