AHY Beberkan Beda Militer dan Politik: Kalau di Militer Musuh Jelas, Mana Kawan dan Lawan

0
161

– Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) buka suara soal perbedaan berkiprah di dunia militer dan dunia politik.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi interview bersama Wahyu Muryadi di acara E-Talkshow tvOne yg tayang 21 Desember 2018 kemarin.

Sebelumnya, AHY sempat menjelaskan alasannya menitikkan air mata ketika pidato mundur dari TNI.

Menurut putra sulung Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, ia menangis karena merasa terharu.

Komandan Satuan Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Setelah gagal mengusung AHY menjadi cawapres, Partai Demokrat menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Prabowo-Sandiaga untuk maju dalam Pilpres 2019.
Komandan Satuan Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Setelah gagal mengusung AHY menjadi cawapres, Partai Demokrat menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Prabowo-Sandiaga untuk maju dalam Pilpres 2019. (KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES)

“Mas Agus sedih enggak sih kalau meninggalkan karier sebagai tentara? Harusnya bisa jadi jenderal, saya yakin you can do that,” tanya Wahyu.

AHY pun menjelaskan bagaimana perasaannya saya memutuskan berpisah sebagai anggota TNI.

“Waktu itu saya menitikkan air mata dan itu bukan air mata pencitraan. Karena saya merasa terharu,” jawab AHY.

“Bagaimana tidak? Selama 16 tahun saya mengabdi sebagai prajurit bersama yg lain, baik dalam suka maupun duka. ketika latihan, daerah operasi, dalam dan luar negeri,” lanjut dia.

Menurutnya, memori itulah yg membuat langkahnya meninggalkan dunia militer menjadi agak berat.

“Tentu ada rasa haru yg menyertai saya untuk menuju pengabdian baru,” tegas AHY.