Valencia, Momentum Pengukuhan Valentino Rossi Sebagai Legenda

Valencia, Momentum Pengukuhan Valentino Rossi Sebagai Legenda

848

Di kelas 125cc, tiap kali juara, Rossi akan meminggirkan motornya, lalu mendekati pagar dan menyapa penonton.

Dia juga pernah melempar helm dan sarung tangan yang dikenakannya. Yang terakhir ini, dilakukannya di Sirkuit Sentul, tahun 1996.

Tentu, ada juga alasan untuk membenci Valentino Rossi. Sikapnya yang “tak mau kalah” kadang-kadang menjadi masalah.

Kengototan yang kelewat batas seringkali mencuat jadi ketidaksabaran dan membuatnya bergesekan keras dengan pebalap-pebalap lain. Michael Doohan, Max Biaggi, Sete Gibernau, Nicky Hayden, Casey Stoner, dan sekarang, Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Dia juga suka bicara pedas. Tanpa tedeng aling-aling.

Pada Biaggi ia beberapa kali menyampaikan pendapat yang membuat hubungan keduanya jadi sangat dingin.

Pula demikian pada Stoner, Lorenzo, dan Marquez. Dalam hal ini, dia sedikit banyak mirip Dennis Rodman di basket, Muhammad Ali di tinju, dan -tentu saja- Jose Mourinho di sepakbola.