Usai Lebaran, Harga Telur Mulai Turun

kabar24h, PONTIANAK – Komoditas telur jadi satu di antara beberapa bahan pokok yang relatif tak mengalami perubahan harga berarti. Hampir sepekan pasca lebaran, harga per kilogramnya masih jauh dari harga normal.

“Biasa hari-hari biasa sekilonya belasan ribu. Sekitar Rp 17 ribu sampai Rp 19 ribu,” ujar satu di antara pedagang telur, A Tie (25), saat ditemui di tokonya, di bilangan Jl Tanjung Raya II, Pontianak, Senin (11/07/2016) siang.

Pria yang telah berjualan telur sekitar empat tahun belakangan ini menyebut, meski pembeli relatif sepi, tidak seramai saat jelang lebaran, harga jual telur relatif stabil.

Saat lebaran, per butir telur dijual dengan harga terendah sekitar Rp 1.800. Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar, tertinggi dijual seharga Rp 2 ribu. “Kalau dijual per kilogram (saat lebaran) Rp 29 ribu,” terangnya.

Menurutnya, harga jual saat ini sebenarnya sudah turun, meski belum pada kisaran harga normal. “Lebaran (hari) keempat sudah mulai turun harganya. Per kilogram rata-rata turun Rp 4 ribu,” jelasnya.

Lebih lanjut, saat ini, menurutnya, harga termurah untuk sebutir telur dijual Rp 1.500. Sedangkan yang paling mahal, ia jual Rp 1.800. “Kalau sekarang, sekilonya Rp 25 ribu,” tuturnya.

Ia memperkirakan, tidak signifilannya penurunan harga ini, bertujuan agar harga telur tidak anjlok drastis. “Kalau dari pemasok turunnya tidak banyak. Turunnya pelan-pelan. Kalau langsung drastis kemungkinan takut stok lama tak terjual,” nilainya.