Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Hutan Gunung Lawu

0
96

Enam dari tujuh korban kebakaran hutan puncak Gunung Lawu, ternyata masih satu keluarga. Termasuk dua korban luka bakar yang dirujuk ke RSUP dr Soetomo Surabaya dan Solo.

“Empat korban meninggal dan dua luka bakar parah, masih satu keluarga,” kata Widodo warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi yang masih keluarga Sumarwan, korban meninggal, kepada Surya, Senin (19/10/2015).

Disebutkan Widodo, empat korban meninggal Sumarwan (45), Nanang (17), keduanya hubungan bapak anak, Rita Septi (21) keponakan Sumarwan dan Awang Fery Pradika (25), tunangan Rita.

Sedangkan korban luka bakar parah, Novi Dwi Istiwanti (15) anak Sumarwan, dan Eko Nurhadi Desa Brangkal, Kecamatan Karangjati, Ngawi keponakan Sumarwan.

Sementara ketiga korban meninggal yang masih ditangani Disaster Victim Identification (DVI) Polri, jenazah Kartini, Joko Prayitno (30), Aris, ketiga disebut warga Kebon Jeruk, Jakarta.

“Yang mengajak muncak (naik puncak Gunung Lawu) Novi, permintaan muncak itu sudah dilakukan Novi sejak beberapa hari, sebelum kejadian itu. Novi tahu bapaknya sering muncak dan dia selain mengajak kakaknya juga mengajak Rita dan Awang (pacar Rita),” jelas Widodo.

Hingga, Senin (19/10) pukul 17.00, tiga jenazah dari tujuh korban meninggal belum bisa diidentifikasi. Kabarnya ketiga jenazah itu sudah sangat rusak, wajah dan bagian tubuh lainnya sudah sangat sulit dikenali.