Regina: Farhat Abbas Kalau Lihat Saya Tegang Terus

0
165

Perseteruan antara Farhat Abbas dan Regina secara perlahan mulai reda. Kini keduanya sudah terlihat adem ayem di akun media sosial masing-masing, meski masih ada satu dua sindiran yang terlihat dari tulisan mereka.

Regina rupanya sudah mulai bisa menerima kenyataan jika rumah tangganya bersama Farhat sudah tak bisa lagi diselamatkan. Ia kini mencoba untuk menyibukkan diri dengan aktivitas lain dan tentunya terus berpikir secara positif.

“Kalo saya sih (sudah nggak tegang (sama Farhat), mungkin dia kali yang tegang sama saya. Kalau lihat saya maunya tegang terus, ya nggak apa-apa, yang penting kita lihatnya tegang-tegang yang positif aja, kalo yang negatif ya proses. Semua orang kan kalau habis berpisah juga ada yang langsung move on, ada mungkin yang belum bisa terima. Mungkin proses aja, mudah-mudahan dengan berjalannya waktu dia menyadari. Saya sih nggak minta macem-macem, saya juga udah nyaman seperti ini (sendiri). Mungkin kalau di sana belum nyaman dibuat nyaman dong,” ujar Regina ketika ditemui di kediamannya di Nirwana Residence, Jalan Bukit Nirwana Raya, Bogor Jawa Barat, Jumat (29/10).

Hubungan Farhat dan Regina tak bisa diselamatkan lagi © KapanLagi.com®

Hubungan Farhat dan Regina tak bisa diselamatkan lagi

Usut punya usut, Farhat masih terus melontarkan teror untuk mantan juru bicaranya itu dalam bentuk pesan singkat pribadi. Jika biasanya Regina sering terlihat marah-marah di Twitter-nya, kali ini ia mencoba menanggapi semua dengan kepala dingin.

“Alhamdulillah, kalau saya sih terima aja di WhatsApps, teror, terima diceramahin. Tapi nggak apa-apa, mungkin bagi saya ya itu salah satu bentuk perhatian. Mungkin dulu (Farhat) pernah deket sama saya, mungkin mau perhatian sama saya, tapi caranya bingung atau gengsi. Mungkin caranya begitu, ya ambil postifnya aja,” sambung wanita bernama lengkap Regina Andrianne Saputri itu.

Ditanya lebih jauh mengenai teror seperti apa yang dilayangkan sang pengacara kontroversial itu, Regina enggan menjawab secara jelas. Ia terus meyakinkan diri untuk tetap berpikir positif jika apa yang dilakukan mantan suaminya itu adalah sebuah bentuk perhatian.

“Teror cantik, tapi nggak apa-apa, mungkin bagi saya ini perhatian. Jadi mungkin semakin saya diperhatiin, saya semakin lebih bermawas diri. Jadi nggak apa-apa saya menganggap ini (teror) hal yang positif aja. Ancaman bom? Nggak ada. Nggak ada ancaman-ancaman. Bagi saya orang yang belum menerima keadaan seperti ini kadang mempunyai emosi yang meluap-luap. Ya udah silahkan aja, kalo dia punya emosi yang meluap-luap silahkan,” pungkasnya.