Panglima TNI Pastikan Pemecatan Oknum TNI yang Tembak Mati Pengojek

0
251

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan bahwa Serda YH akan dipecat dari kesatuan TNI. Serda YH menembak mati seorang warga sipil yang berprofesi sebagai tukang ojek, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Gatot menuturkan, sanksi untuk Serda YH hanya dapat ditentukan oleh pengadilan militer. Namun, ia memastikan akan memberi sanksi tambahan berupa pemecatan.

“Saya tidak pernah bicara sanksi, tapi kami pastikan ada hukuman tambahan, pemecatan,” kata Gatot, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/4/2015).

Menurut Gatot, tindakan yang dilakukan Serda YH tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Anggota TNI hanya diperbolehkan menggunakan senjata untuk musuh dan bukan untuk disalahgunakan.

“Apapun menghilangkan nyawa orang lain, baik sengaja atau tidak sengaja, apalagi oleh aparat dengan menggunakan senjata yang bukan untuk musuh, itu sanksinya pemecatan. Sudah pasti,” kata dia.

Serda YH menembak mati Japra (40), seorang tukang ojek yang biasa mangkal di Cibinong.