Novanto Tidak Berdaya, Berkas Perkara Satu Troli Dilimpahkan ke Pengadilan

Sementara itu Otto Hasibuan mengaku santai. Menurut Otto, pihaknya siap menghadapi sidang pokok perkara e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

“Saya kira ini kan KPK berhak kalau mau melimpahkan. Memang nanti ada persoalan hukum yg bakal timbul. Tapi itu kan nanti di pengadilan,” kata Otto.

Jaksa Penuntut Umum diKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan tersangka korupsi pengadaan KTP elektronik atau e-KTP Ketua DPR RI Setya Novanto ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta diPengadilan Negeri Jakarta Pusat kemarin.

Baca: Tentara Korut Diduga Curi 50 Barang di Pulau Matsumaekojima Jepang

Berdasarkan pantauan Tribun, berkas itu tiba sekitar pukul 15.30 WIB.

Berkas penyidikan tersebut terdiri dari 3 bundel buku yg sangat tebal. Belum diketahui berapa halaman perkara tersebut.

Fadli Zon dan Fahri Ditolak
Soal terbatasnya tamu yg bisa mengunjungi Setya Novanto di Rutan Merah Putih, KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, hingga kini masih menjadi perdebatan.

Hal ini terus diprotes oleh kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Alasannya karena sejauh ini yg boleh diizinkan membesuk Novanto hanya kuasa hukum dan istri dari Ketua DPR RI tersebut.

“Semua sahabat dan kerabat tidak boleh membesuk. yg boleh besuk hanya istri dan saya sebagai penasihat hukum, anaknya tidak boleh,” kata Fredrich.