Kecanduan, Seorang PSK Harus Berhubungan S*ks Setiap Hari

0
661

Kabar24h – Seorang Pekerja se*s Komersial (PSK) di salah satu wisma di lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengaku kecanduan se*s dan harus berhubungan se*s setiap hari.Akibat kondisnya itu, dia pun menolak rencana pemerintah akan menutup tujuh lokalisasi di daerah setempat. Demikian pengakuan seorang PSK yang berinisial SY (37), warga Kecamatan Sumbermancing Wetan, Kabupaten Malang.

SY masuk di lokasi pelacuran Girun sudah sejak 2005 lalu. “Saya menolak penutupan itu, karena saya sudah kecanduan se*s. Maaf ya, setiap harinya saya harus berhubungan se*s. Walau hanya sehari satu kali,” kata SY, Jumat (5/9/2014).

Perempuan yang mewanti-wanti namanya harus disamarkan itu mengaku, kelainan se*s itu sudah terjadi sejak usia muda. “Lulus SMA, keperawanan saya diambil pacar saya. Sejak itu, saya terus diajak berhubungan se*s,” ujar dia sembari menghisap rokok. Namun, setelah sering berhubungan se*s dengan pacarnya, ternyata sang pacar malah memilih perempuan lain. “Sejak itu, saya nekat menjajah se*s di lokalisasi ini,” cetusnya.

SY pun mengaku sudah tak punya mimpi untuk menikah. “Mau menikah sudah terlambat. Mau jadi perempuan seperti ini saja,” kata dia sembari meneteskan air mata. “Jika memang Pak Rendra (Bupati Malang), memang akan menutup lokalisasi ini, harus ada jaminan untuk para PSK dan mucikari. Nasib PSK yang sudah kecanduan se*s susah untuk berhenti jadi PSK. Mungkin ini takdir saya,” kata dia pasrah.

SY mengaku heran atas kondisinya yang tak bisa menahan diri untuk berhubungan se*s. “Jika sehari tak berhubungan, badan gemetar dan kedinginan seperti orang kecanduan obat-obatan,” kata dia. Padahal, SY tidak pernah mengonsumsi obat-obat terlarang, seperti sabu-sabu atau narkoba. “Hanya hanya suka minum-minuman keras dan merokok. Itupun karena kebutuhan,” kata dia lagi.

SY sudah memeriksakan kondisinya ke dokter. “Sudah pernah ke dokter. Jawabnya dokter hanya karena kebiasaan saja. Sudah dikasih obat. Tapi belum ada perubahan. Ya sudah lah. Nikmati saja,” kata dia. Sementara itu, di lokasi pelacuran Girun, hanya ada puluhan PSK dan belasan mucikari. “Jumlah pastinya saya tidak tahu,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Malang akan menutup tujuh lokasi pelacuran pada 28 November 2014 mendatang. Dari tujuh lokasi itu, ada 84 pengelola dan 327 PSK. Penutupan itu, berdasarkan Keputusan Bupati nomor 188.45/380/KEP/421.013/2014 tentang tim penanganan dan penutupan lokasi pekerja se*s komersial di wilayah Kabupaten Malang.