Ceritakan Pengalamannya Saat Bertemu dan Ngobrol Langsung dengan Gibran, Kisah Pria Ini...

Ceritakan Pengalamannya Saat Bertemu dan Ngobrol Langsung dengan Gibran, Kisah Pria Ini Viral

0 4

Agak gemes aja karena sehari sebelumnya saya juga memenuhi undangan salah satu komunitas kain khas Banjarmasin. Mau ketemu ketuanya, si juara Master Chef itu, susahnya minta ampun, padahal di ruang yg sama. Sejauh inipun ketika saya kerja dan perlu ketemu sama kepala dinas, kepala sekolah, ketua ini itu, ribetnya minta ampun. Lah ini? Anak presiden malah datang ke saya.

“Jadi gimana, mas?” Tanya dia. Kembali kami mengobrol seputar bisnisnya. Oiya, dia juga makan makanan yg sama dengan kami. Nasi kotak. Toss!

Berdampingan dengan Gibran lantas tidak membuat saya senang. Saya pikir kemanaan level anak presiden pastilah bukan main-main. Saya jadi paranoid, jangan2 orang2 semua yg ada disini itu pihak keamanannya mas Gibran? Paspampres semua? Terus Gibran menjetikkan jarinya dan lantas semua org berhenti kaya di film John Wick 2 itu? Syit! Kadang juga saya celingak-celinguk memperhatikan sekitar. Pandangan saya juga mencari2 di bangunan2 tinggi sekitar lokasi. Jangan2 ada sniper yg sudah membidik saya karena tampang saya yg mencurigakan ini. Wallahualam. Tapi sepanjang acara, memang tidak terlihat keamanan yg ketat. Gibran dengan santinya kesana-kemari tanpa kawalan. Saya pikir pastilah ada kemanan. Entah mereka berubah jadi apa. Bisa jadi tong sampah, pohon, atau motor bebek. Mereka ahli menyamar!

Ngobrol dengan Gibran tidaklah gampang. Ketemunya emang gampang, tapi ngobrolnya endak. Tau sendiri, Gibran sosok yg irit ngomong. Dia bicara seperlunya. Nggak lebih, nggak kurang. Jadi setelah saya ngobrol tentang bisnis kulinernya itu, saya kehabisan bahan omongan. Terlintas di benak mau nanya:

“Bapak gimana kabarnya, Bran? Baik?”

Atau

“Hubungan kamu sama istri gimana?”

Fak, emangnya saya siapa.

Ya, itulah sulitnya ngobrol sama orang beda kasta beda lepel. Mau ngomong mikir 100x dulu. Mau ngomong serius ntar ketahuan begonya, mau becanda ntar ga lucu. Akhirnya sayapun pura2 sibuk mencet HP, padahal ga ada notif apa2.

Tak lama asistennya itu, si Kobar namanya, datang dengan sebungkus Markobar panas.